hafizfaturrahman.com

Belajar 5 Hal Tentang Kehidupan Dari Binatang Penguin


Vemale.com - Tak ada yang diciptakan dengan sia-sia di dunia ini. Bahkan Anda bisa belajar dari kekompakan pasangan penguin-penguin yang ada di dunia. Mungkin mereka hidup dan bicara dengan cara yang berbeda dengan manusia, namun ternyata ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan mereka.

Kuncinya Adalah Komunikasi
Bila Anda menonton film tentang kehidupan penguin, maka Anda akan mengetahui kebiasaan unik mereka. Penguin adalah binatang yang saling berkomunikasi dengan pasangan dan teman mereka hampir di setiap saat. Komunikasi memang merupakan jantung dari sebuah hubungan yang sehat.

An Amazing Father!

Vemale.com - Hati siapa yang tidak tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.
Dilansir Dailymail, nama pria ini adalah Bablu Jatav, 38 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti. Pak Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri, tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan.

Mencoba Bangkit Kembali...

Wow, nggak kerasa juga ya saya tidak menge-pos satu pun post di bulan Maret ini. Sampai di penghujung bulan ini baru keingetan. Hmm.. masalahnya ada kegiatan organisasi kampus yang sangat menyiksa waktu. hehe gak bisa seleluasa tahun kemarin. Tapi tenang, HF corner insya Allah aktif taggal 16 April, sehabis UTS semester ini kelas.. Ditunggu yaah :D


Hafiz Faturrahman
@HafizFatur23

Merry Riana, Motivator Wanita yang Sukses!

Siapa Merry Riana...? Dia adalah seorang entrepreneur yg sukses di usia muda. Seorang Speaker,Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia.Merry juga seorang Author,dan salah satu bukunya adalah "Mimpi Sejuta Dolar",yang akan segera difilmkan.Buku ini berkisah tentang perjuangan seorang anak muda yg hidup prihatin dengan mengantungi uang yang pas-pasan dan mencoba survive dari tekanan-tekanan hidup hingga akhirnya sukses menjadi Milyuner di usia yg masih terbilang muda.

Krisis Moneter dan kerusuhan yg terjadi di tahun 1998 membuat Merry Riana,yg seharusnya kuliah di Universitas Trisakti,membatalkan niatnya untuk melanjutkan studi di Indonesia dan memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (Merry Riana berasal dari keluarga Tionghoa).Dia bukan berasal dari keluarga berada,dan saat kuliahpun ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja.

Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.Untuk berhemat,Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai,ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis,bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya.Hal itu berangsur hampir setiap hari di tahun pertamanya kuliah.Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar.Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel.

Sampai akhirnya di ulang tahun yang ke-20, Merry Riana membuat resolusi untuk "Mencapai Kebebasan Finansial Sebelum Usia 30 Tahun".

Atlet dan Ayahnya...

Ini Kisah Nyata, kami cuplikkan dari Novel Inspiratif Sepatu Terakhir.
Olimpiade Barcelona, 1992.
Enam puluh lima ribu pasang mata hadir di stadion itu. Semua hendak menyaksikan event atletik besar di ajang olahraga terbesar seplanet bumi.
Nama lelaki itu Derek Redmond, seorang atlet pelari olimpiade asal Inggris. Impian terbesarnya ialah mendapatkan sebuah medali olimpiade, -apapun medalinya-. Derek sebenarnya sudah ikut di ajang olimpiade sebelumnya, tahun 1988 di Korea. Namun sayang beberapa saat sebelum bertanding, ia cedera sehingga tak bisa ikut berlomba. Mau tak mau, olimpiade ini, adalah kesempatan terbaiknya untuk mewujudkan mimpinya. Ini adalah hari pembuktiannya, untuk mendapatkan medali di nomor lari 400 meter. Karena ia dan ayahnya sudah berlatih sangat keras untuk ini.
Suara pistol menanda dimulainya perlombaan. Latihan keras yang dijalani Derek Redmond, membuatnya segera unggul melampaui lawan-lawannya. Dengan cepat ia sudah memimpin hingga meter ke 225. Berarti kurang 175 meter lagi. Ya, kurang sebentar lagi

Terima Kasih Atas Kunjungannya - - Silahkan Datang Kembali
Bookmark blog ini (Ctrl+D) || Sewaktu-waktu mungkin dibutuhkan
Toko Online Gratis
HF corner Powered by Blogger