hafizfaturrahman.com

Hendy Setiono, Pemilik Kebab Baba Rafi


Lahir di Surabaya, 27 tahun silam, prestasi Hendy Setiono tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski berpenampilan sederhana, ia adalah seorang presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi – perusahaan beromzet lebih dari Rp 4 miliar per bulan.

Oleh majalah Tempo edisi akhir 2006, ia dinobatkan sebagai salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang dinilai mengubah Indonesia. Meski bisnis yang dia geluti tergolong bisnis yang tak akrab di telinga, perusahaannya kini memiliki lebih dari
100 outlet di 16 kota di Indonesia.

Keberhasilan Hendy menggeluti bisnis kebab yang merupakan makanan khas Timur Tengah ini didapat saat dirinya mengunjungi sang ayah yang bekerja di perusahaan minyak di Qatar. Selama di Qatar, Hendy banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat. Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan tersebut. Di benaknya pun langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timur Tengah yang menyebar di berbagai kota.

“Makanya, selama di Qatar, saya juga memanfaatkan waktu untuk berburu resep kebab. Saya mencarinya di kedai kebab yang paling ramai pengunjungnya,” jelas Hendy yang beristri Nilamsari.

Begitu tiba kembali di Surabaya, ia langsung menyusun strategi bisnis. Yang pertama ia lakukan adalah mencari partner. Ia tidak ingin usahanya asal-asalan. Ia pun merancang konsep yang matang selain melihat peluang yang ada. “Mengawali sebuah bisnis memang tidak mudah. Apalagi untuk meraih sukses seperti sekarang. Suka duka pun saya rasakan,” ungkap bapak tiga orang anak ini. ”Diperlukan terobosan atau inovasi yang berani dan penuh perhitungan yang matang,” tambahnya lagi.

Tak ingin setengah-setengah dalam menjalankan bisnis, lulusan SMA Negeri 5 Surabaya ini akhirnya memutuskan berhenti dari bangku kuliah pada tahun kedua. “Saya OD alias out duluan. Tapi, saya tidak menyesal meninggalkan bangku kuliah untuk membangun usaha,” tegas Hendy yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik Informatika ITS.

Keputusan meninggalkan bangku kuliah untuk menekuni bisnis kebab sempat ditentang orang tuanya. Mereka ingin Hendy menjadi seorang professional seperti sang ayah. Karena itu, ketika ia meminta bantuan modal, orang tuanya menganggap bisnis yang akan dilakoni tersebut adalah proyek iseng. “Mereka pikir saya tidak serius pada bisnis ini. Dalam hati, saya ingin membuktikan kepada bapak dan ibu bahwa kelak saya pasti berhasil, untuk modal pertama saya meminjam uang adik saya sebesar 4 juta” jelasnya.

Dengan ketekunannya, kesuksesan bisnis Hendy membuahkan hasil. Dalam 3-4 tahun, dia berhasil mengembangkan sayap dimana-mana. Tidak hanya di Jawa, tapi juga di Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Kedepan, Hendy berencana mengembangkan usahanya itu ke luar negeri. Saat ini, inovasi dalam konsep menu lain juga dilakukannya selain kebab. Dua negara yang diincar adalah Malaysia dan Thailand.

Sukses bisnis kebab waralaba ini menghasilkan berbagai award, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award) 2006 yang diberikan menteri koperasi dan UKM. Hendy juga dinobatkan sebagai ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International 2006. Untuk meraih award tersebut, ia bersaing dengan 20 kandidat pengusaha lain dari berbagai negara di Asia.

Pria kalem itu juga mendapatkan penghargaan Enterprise 50 dari majalah SWA untuk 50 perusahaan yang berkembang dalam setahun terakhir. Serta, di penghujung 2006, majalah Tempo menobatkan Hendy menjadi salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang mengubah Indonesia.
Sebelum mengakhiri perbincangan, Hendy memberikan semangat bagi para calon pengusaha muda yang ingin meniru jejaknya. “Saya belajar dari para pengusaha sukses. Salah satunya, Bill Gates. Dia bisa mendirikan kerajaan Microsoft, meski tidak tamat sekolah. Jadi, intinya, untuk menjadi orang sukses, tidak harus memiliki gelar akademis dan indeks prestasi (IP) tinggi,” tegasnya lalu tertawa.

Thanks For marketplus.co.id

0 Response to "Hendy Setiono, Pemilik Kebab Baba Rafi"

Post a Comment

Silakan berkomentar sesuai isi tulisan di atas.
Komentar Anda sangat berarti bagi perkembangan blog ini..
Terima Kasih :D

Terima Kasih Atas Kunjungannya - - Silahkan Datang Kembali
Bookmark blog ini (Ctrl+D) || Sewaktu-waktu mungkin dibutuhkan
Toko Online Gratis
HF corner Powered by Blogger