hafizfaturrahman.com

Menyesal?? Boleh Gak sih??

“Penyesalan selalu datang belakangan”
Mungkin kalimat tersebut sudah sering kita dengar dikala kita meniti hari demi hari kehidupan ini. Menyesal, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti perasaan tidak senang (susah, kecewa, dsb.) karena telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dsb.). Namun jika boleh mendefinisikan sendiri, bagi saya menyesal adalah sebuah perasaan yang dialami oleh seseorang dikala ia salah melakukan tindakan yang mengakibatkan kegagalan di kemudian harinya. Perasaan ini dapat dipastikan akan atau telah dirasakan oleh semua manusia di bumi ini. Namun, pertanyaan menarik muncul dari sebuah kata “menyesal”. Sebenarnya, bolehkan kita menyesali segala tindakan yang sebenarnya telah kita lakukan secara sadar??
Sekumpulan paragraf ini saya tulis setelah saya mengalami apa yang dinamakan dengan menyesal (baca tulisan: Maaf...). Penyesalan akibat kelalaian dalam belajar sehingga IP perdana yang sejatinya diharapkan terbaik menjadi sangat jauh dari kata tersebut. IP yang akhirnya membuat kata menyesal kembali menggeluti hati dan pikiran saya. Memang bisa dikatakan IP tersebut tidaklah begitu buruk, namun sangat jauh dari apa yang saya targetkan. Hingga akhirnya membuat saya hanya bisa menyesali apa yang telah saya lakukan untuk hasil tersebut.
Menyesal sejatinya adalah sebuah momen dimana seseorang berada pada titik paling bawah dalam hidupnya. Perasaan menyesal haruslah diikuti dengan semangat untuk mengintropeksi atau mengevaluasi segala kesalahan yang telah kita perbuat di hari yang lalu hingga menyebabkan suatu kegagalan. Namun, saat ini banyak orang yang mungkin menyesal dengan apa yang telah ia lakukan tapi tidak dibarengi dengan tindakan-tindakan intropeksi pada dirinya sendiri. Hal itu mengakibatkan kegagalan yang sama bisa saja terjadi lagi di kemudian hari.
Pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru terbaik”. Ya, memang seperti itulah adanya. Kalimat tersebut yang harus selalu kita ingat pada saat kita merasa menyesal. Dengan seperti itu, kita bisa membuat keputusan-keputusan terbaik di hari-hari kedepan. Tapi, jika kalimat tersebut tidaklah kita ingat atau bahkan kita lupakan sama sekali, boleh jadi kita tak akan mendapatkan apapun dari momen menyesal tadi. Jadi, bisa dikatakan jika masa-masa dimana kita menyesali perbuatan di masa lalu adalah suatu pembelajaran hidup yang sangat bernilai harganya.
Melirik kata masa lalu, bukanlah hal yang buruk jika kita mengingat masa-masa lampau baik itu buruk sekalipun. Namun, pernyataan itu memiliki suatu syarat. Syaratnya kembali pada kalimat-kalimat di paragraf sebelumnya, yaitu kita harus mengambil pelajaran-pelajaran kehidupan dari kesalahan-kesalahan yang terjadi sehingga masa depan kita akan secerah matahari yang menyinari belahan bumi ini tiap detiknya.
Jadi, bolehkah kita menyesal??

"Lihatlah belakangmu hanya untuk memperindah depanmu"

2 Response to "Menyesal?? Boleh Gak sih??"

  1. Kadang keasikan menyesal buat kita jadi gak bersyukur sob.. smua orang pernah melewati masa2 mnyesal.. untuk semua kasus. padahal bener, yg terpenting bukan mnyesalnya kan, tapi jadi lebih berfikir dewasa dan brsyukur atas apa yg udah dilewatin.. jd bhn pembelajaran yg gak da nilainya...ya gk? hee, btw thnks da brkunjung k blog ane sob! dan mnurut ane, blog mu gak galau nih! mantap !msukses sob...happy bloging

    HF says:

    yap bener bgt jdiin pembelajaran yg gak ada nilainya. suka bgt ane ma kta2 ini.. thx dah nilai blog ane.. sukses juga sob, blik lagi yoo.. :D

Post a Comment

Silakan berkomentar sesuai isi tulisan di atas.
Komentar Anda sangat berarti bagi perkembangan blog ini..
Terima Kasih :D

Terima Kasih Atas Kunjungannya - - Silahkan Datang Kembali
Bookmark blog ini (Ctrl+D) || Sewaktu-waktu mungkin dibutuhkan
Toko Online Gratis
HF corner Powered by Blogger